SUBAHANALLAH BACA INI!!!SIAPAPUN YANG BELUM BERNIAT QURBAN BISA MENANGIS MEMBACA KISAH INI,,,TOLONG BANTU SEBARKAN YAA SEMOGA KITA MENDAPAT PAHALA AMIIINN!!!
![]() |
Idul adha semakin dekat. Semakin beberapa orang yang bertandang ke stan hewan qurbanku. Beberapa cuma melihat-lihat, beberapa lagi menawar dan alhamdulillah banyak yang pada akhirnya beli. Saya suka pada usaha ini, menolong orang peroleh hewan qurban dan Allah memberiku rezeki halal dari keuntungan penjualan.
Satu hari, datanglah seorang ibu ke stanku. Ia kenakan pakaian yang demikian sederhana, apabila tidak bisa disebut agak kumal. Dalam hati saya berasumsi ibu ini hanya bakal melihat-lihat saja. Saya mengira ia tidaklah tipe orang yang dapat berqurban. Walau sekian, sebagai pedagang yang baik saya harus tetaplah melayaninya.
Silakan Bu, ada yang dapat saya bantu? ” sapaku seramah mungkin
Bila kambing itu harga nya berapakah, Pak? ” tanyanya sambil menunjuk seekor kambing yang paling murah.
“Itu 700 ribu Bu, ” pastinya harga itu bukanlah tahun ini. Cerita ini berjalan satu tahun lebih waktu lalu. “Harga pasnya berapakah? ”
Wah, nyatanya ibu itu nawar juga. “Bolehlah 600 ribu, Bu. Itu untungnya begitu tidak tebal. Buat ibu, bolehlah bila ibu ingin Namun, uang saya Cuma 500 ribu, Pak. Bisa? ” kata ibu itu dengan penuh berharap. Keyakinanku mulai beralih. Ibu ini betul-betul serius menginginkan berqurban. Mungkin saja saja hanya penampilannya saja yang sederhana namun sejatinya ia tidaklah orang miskin. Kenyataannya ia dapat berqurban.
Baik lah, Bu. Walaupun tidak peroleh untung, semoga ini barakah, ” jawabku sesudah agak lama memikirkan. Bagaimana tidak, 500 ribu itu bermakna sama juga dengan harga beli. Tetapi lihat ibu itu, saya tidak tega menampiknya.
Saya juga lalu mengantar kambing itu ke tempat tinggalnya. “Astaghfirullah… Allaahu akbar…” Saya terkejut. Tempat tinggal ibu ini tidak kian lebih satu gubuk berlantai tanah. Ukurannya kecil, dan di dalamnya tidak ada perlengkapan elegan. Bahkan juga kursi, meja, beberapa barang elektronik, serta kasur juga tak ada.
Hanya ada dipan beralas tikar yang saat ini terbaring seseorang nenek di atasnya. Rupanya nenek itu yaitu ibu dari wanita yang beli kambing tadi. Mereka tinggal bertiga dengan seseorang anak kecil yang tidak lain yakni cucu nenek itu.
Emak, lihat apa yang Sumi bawa” kata ibu yang ternyata bernama Sumi itu. Yang di panggil Emak lalu melihatkan kepalanya, “Sumi bawa kambing Mak. Alhamdulillah, kita bisa berqurban Badan yang renta itu duduk sambil menengadahkan tangan. “Alhamdulillah… pada akhirnya kesampaian juga Emak berqurban. Terima kasih ya Allah…”
Ini uangnya Pak. Maaf ya apabila saya nawarnya begitu murah, karena saya hanya tukang bersihkan di kampung sini, saya berniat menghimpun uang untuk beli kambing untuk qurban atas nama Emak…. ” kata Bu Sumi.
Kaki ini bergetar, dada merasa sesak, sambil menahan tetes air mata, saya berdoa dalam hati, “Ya Allah… Ampuni dosa hamba, hamba malu bertemu dengan hamba-Mu yang tentu lebih mulia ini, seseorang yang miskin harta tetapi kekayaan imannya demikian luar biasa”.
Pak, ini biaya kendaraannya…”, panggil ibu itu.
Telah bu, agar biaya kendaraannya saya yang bayar”, jawabku sambil cepat-cepat berpamitan, sebelumnya Bu Sumi tahu bila mata ini telah basah karena tidak dapat memperoleh teguran dari Allah yang telah mempertemukan dengan hambaNya yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan menginginkan memuliakan orang tuanya.
Untuk jadi mulia, nyatanya tidak mesti menanti kaya. Agar bisa berqurban, nyatanya yang dibutuhkan yaitu kesungguhan. Kita tambah lebih kaya dari Bu Sumi. Tempat tinggal kita bukanlah gubuk, lantainya keramik. Ada kursi, ada meja, ada perlengkapan hingga TV di rumah kita. Ada kendaraan. Bahkan juga, HP kita lebih mahal dari harga kambing qurban. Tapi… sudah sungguh-sungguhkah kita mempersiapkan qurban? Masihlah ada waktu sekitaran sebulan.
Bila kita sesungguhnya bisa berqurban, tetapi tidak menginginkan berqurban, baiknya kita malu pada Allah waktu Dia memperbandingkan kesungguhan kita dengan Bu Sumi. Apabila kita sesungguhnya dapat berqurban, tetapi tidak ingin berqurban, sebaiknya kita takut dengan sabda Rasulullah ini :
مَن�' كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَم�' يُضَحِّ فَلاَ يَق�'رَبَنَّ مُصَلاَّنَا
“Barangsiapa yang mempunyai kelapangan untuk berqurban tetapi dia tidak berqurban, jadi jangan sampai ia mendekati tempat shalat kami” (HR Ibnu Majah, Ahmad dan Al Hakim)
sumber :http://www.wow-keren.net/2016/04/subhanallahsiapapun-yang-belum-berniat.html
SUBAHANALLAH BACA INI!!!SIAPAPUN YANG BELUM BERNIAT QURBAN BISA MENANGIS MEMBACA KISAH INI,,,TOLONG BANTU SEBARKAN YAA SEMOGA KITA MENDAPAT PAHALA AMIIINN!!!
Reviewed by Unknown
on
01.08
Rating:
Reviewed by Unknown
on
01.08
Rating:
