BACA INFO INI!!! MENGENANG KEMBALI TRAGEDI BANDUNG LAUTAN API 1946 (( MARI KITA DOAKAN SAUDARA-SAUDARA KITA SEMOGA MEREKA MENDAPATKAN TEMPAT YANG TERBAIK DI SISI ALLAH AMMIIINN )),,,TOLONG BANTU SEBARKAN YAA GUYS!!!
![]() |
Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Mulai sejak awal mulanya hubungan mereka dengan pemerintah RI telah tegang. Mereka menuntut supaya semuanya senjata api yang ada di tangan masyarakat, terkecuali TKR serta polisi, diserahkan pada mereka. Beberapa orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai lakukan bebrapa aksi yang mulai mengganggu keamanan. Mengakibatkan, bentrokan bersenjata pada Inggris dan TKR tidak bisa dijauhi. Malam tanggal 21 November 1945, TKR serta sebagian tubuh perjuangan memperlancar serangan pada kedudukan-kedudukan Inggris dibagian utara, termasuk juga Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari lalu, MacDonald mengemukakan ultimatum pada Gubernur Jawa Barat supaya Bandung Utara dikosongkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk juga pasukan bersenjata.
Ultimatum Tentara Sekutu supaya Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan untuk TNI ketika itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk lakukan operasi " bumihangus ". Beberapa pejuang pihak Republik Indonesia tidak ikhlas apabila Kota Bandung digunakan oleh pihak Sekutu serta NICA. Ketentuan untuk membumihanguskan Bandung di ambil lewat musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) dihadapan semuanya kemampuan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 19462. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion sebagai Komandan Divisi III TRI menginformasikan hasil musyawarah itu dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. perlu referensi Hari itu juga, rombongan besar masyarakat Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berjalan.
Bandung berencana dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud supaya Sekutu tidak bisa menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semuanya listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang hingga pertempuran sengit berlangsung. Pertempuran yang terbesar berlangsung di Desa Dayeuhkolot, samping selatan Bandung, dimana ada gudang amunisi besar punya Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi itu. Muhammad Toha sukses meledakkan gudang itu dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar berbarengan ke-2 milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada awalnya akan tetaplah berada didalam kota, namun untuk keselamatan mereka, jadi pada pukul
21. 00 itu juga turut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Mulai sejak waktu itu, lebih kurang jam 24. 00 Bandung Selatan sudah kosong dari masyarakat dan TRI. Namun api masihlah membubung membakar kota, hingga Bandung juga jadi lautan api.
Pembumihangusan Bandung itu dikira adalah kiat yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kemampuan TRI serta milisi rakyat tak sepadan dengan kemampuan pihak Sekutu dan NICA yang sejumlah besar. Sesudah peristiwa itu, TRI bersama milisi rakyat lakukan perlawanan dengan cara gerilya dari luar Bandung. Momen ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masihlah jadi bahan perbincangan.
Satu tahun lebih lalu, lagu " Halo, Halo Bandung " dengan cara resmi ditulis, jadi masa lalu akan emosi yang beberapa pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami waktu itu, menanti untuk kembali pada kota terkasih mereka yang sudah jadi lautan api.
Asal arti :
Bandung Lautan Api jadi arti yang terkenal sesudah momen pembumihangusan itu. Jenderal A. H Nasution yaitu Jenderal TRI yang dalam pertemuan di Regentsweg (saat ini Jalan Dewi Sartika), sesudah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, mengambil keputusan strategi yang akan dikerjakan pada Kota Bandung sesudah terima ultimatum Inggris itu.
Jadi saya kembali dari Jakarta, sesudah bicara dengan Sjahrir itu. Memanglah dalam perbincangan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah kebanyakan orang. Nah, disitu muncul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia memiliki pendapat, “Mari kita buat Bandung Selatan jadi lautan api. ” Yang dia sebut lautan api, namun sesungguhnya lautan air. " -A. H Nasution, 1 Mei 1997
Arti Bandung Lautan Api nampak juga di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seseorang wartawan muda waktu itu, yaitu Atje Bastaman, melihat pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitaran Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman lihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.
Sesudah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan semangat segera menulis berita dan berikan judul " Bandoeng Djadi Laoetan Api ". Tetapi karena kurangnya ruangan untuk tulisan judulnya, jadi judul berita diperpendek jadi " Bandoeng Laoetan Api ".
sumber :http://www.kabarinformasi.com/2016/04/mengenang-kembali-tragedi-bandung.html
BACA INFO INI!!! MENGENANG KEMBALI TRAGEDI BANDUNG LAUTAN API 1946 (( MARI KITA DOAKAN SAUDARA-SAUDARA KITA SEMOGA MEREKA MENDAPATKAN TEMPAT YANG TERBAIK DI SISI ALLAH AMMIIINN )),,,TOLONG BANTU SEBARKAN YAA GUYS!!!
Reviewed by Unknown
on
02.29
Rating:
Reviewed by Unknown
on
02.29
Rating:
