KOK BISA!!! Rajin Beribadah Namun Terkena Azab Allah,,,ASTAGHFIRULLAH DAN TOLONG BANTU BAGIKAN YAA AGAR SEMUA PADA TAHU!!!
![]() |
Apa yang salah dari peristiwa itu? peluang karena kemauan dan motivasinya dalam beramal. Beberapa orang di mana kebaikan dan kebajikan yang dikerjakannya didunia, nyatanya tidak didasari dengan ikhlas, mencari ridha Allah swt, tetapi karena riya’ (pamer) dan menginginkan pujian manusia.
Di bawah ini bagaimana cerita beberapa orang Riya diperlakukan di hari akhir nantinya, saat kita bertemu dengan amal kebajikan dan semua perbuatan m4k**s!4t yang pernah dikerjakan didunia :
Seseorang yang mati di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperkenalkan nikmat-nikmatnya, jadi ia juga mengenalnya. Lalu di tanya, “Apa yang sudah engkau kerjakan dengan nikmat-nimat itu? ” Ia menjawab, “Aku gunakan untuk berperang di jalan-Mu sampai saya mati syahid. ” Allah berfirman, Engkau sudah berbohong. Engkau berperang (dengan motivasi) supaya engkau di panggil pemberani” (pahlawan). Jadi, hal semacam itu betul-betul sudah terwujud. Lalu datang perintah supaya diseret berwajah sampai dijerumuskan kedalam api neraka.
Dan didatangkan (juga) seseorang yang rajin mencari pengetahuan, mengajarkannya pada orang lain dan rajin membaca Al Qur’an. Dikenalkan nikmat-nikmatnya, jadi ia juga mengenalnya. Lalu di tanya, “Apa yang engkau kerjakan dengan nikmat-nikmat itu? ” Ia menjawab, “Aku gunakan untuk menuntut pengetahuan, mengajarkannya dan membaca Al Qur’an. ” Allah berfirman, “Engkau dusta. Sebenarnya engkau rajin mencari pengetahuan supaya engkau dijuluki sebagai “orang ‘alim” (cerdas, jenius atau intelektual). Dan engkau rajin membaca Al Qur’an supaya engkau di panggil “Qori’” (ahli tilawah). Jadi, hal semacam itu juga betul-betul sudah terealisir. Lalu datang perintah supaya diseret berwajah sampai dijerumuskan kedalam api neraka.
Didatangkan juga seseorang yang diluaskan rezekinya oleh Allah dan dianugerahi bermacam harta yang melimpah. Dikenalkan nikmat-nikmatnya, jadi ia juga mengenalnya. Lalu di tanya, “Apa yang engkau kerjakan dengan nikmat-nikmat itu? ” Ia menjawab, “Tidak ada masalah yang Engkau suka untuk berinfak di situ kecuali saya sudah berinfak di dalamnya hanya untuk-Mu (mencari ridha-Mu) ”. Allah berfirman, “Engkau berbohong. Sebenarnya engkau berinfak supaya engkau di panggil “dermawan. ” Jadi, hal semacam itu betul-betul sudah terwujud. Lalu datang perintah supaya diseret berwajah sampai dijerumuskan kedalam api neraka” (HR Muslim no. 1905).
Ayat dan hadits diatas melukiskan begitu celakanya beberapa orang riya’. Ia adalah virus ganas yang menjangkiti amal seorang dan menyerangnya hingga tidak tersisa pahala sedikit juga. Bahkan juga, Abu Hurairah ra hingga pingsan 3 (tiga) kali saat menginginkan memberitakan hadits itu karena beliau begitu takut sekali dengan penyakit hati yang paling berbahaya ini (Ar Raaid, Maazin Al Furaih, I/53).
Firman Allah di bawah ini patut jadi pegangan kita semuanya ;
Hai orang-orang beriman, jangan sampai anda menyingkirkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria pada manusia dan dia tidak beriman pada Allah dan hari lalu. Jadi perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak kuasai suatu hal juga dari apa yang mereka upayakan ; dan Allah tidak berikan panduan pada beberapa orang yang kafir” (QS Al Baqarah 2 : 264).
Mengungkit-ungkit kebaikan Mengungkit-ungkit kebajikan diancam oleh Nabi saw –dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim – dengan dijauhkan dari surga dan tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Keimanannya pada Allah membuatnya senantiasa beramal serta berbuat kebajikan dilandasi ikhlas karena Allah dan bukanlah karena riya’ pada manusia.
Berbeda sekali, saat hati kosong dari iman dan dipenuhi oleh riya’. Dalam kajian tafsir Sayyid Quthb –rahimahullah – orang yang riya’ akan tidak bisa rasakan denyut dan secercah iman sebab sudah tertutup oleh riya’. Hati yang sejenis ini diumpamakan seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, lalu batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Jadi, terkuaklah kerasnya batu itu, walau sudah disiram hujan, ia tetaplah tidak menumbuhkan tanaman dan tidak membuahkan buah. Begitu halnya hati yang berinfak karena riya pada manusia, jadi akan tidak menghasilkan kebaikan dan membuahkan pahala (Fi Zhilal Al Qur’an, I/303).
Karenanya, pantaslah bila riya’ yaitu sifat dan ciri-ciri beberapa orang munafik seperti firman Allah swt, “Sesungguhnya beberapa orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka punya maksud riya (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebutkan Allah kecuali sedikit. ” (QS An Nisaa’ 4 : 142).
Lalu, Bagaimana Mengobati Riya?
Sifat negatif yang ada pada seorang tidaklah bawaan dari lahir, tetapi karena ada beberapa faktor pemicunya. Demikian juga dengan riya’, kehadirannya didorong banyaknya sebab. Diantara sebab-sebab riya’ yaitu lingkungan keluarga dan didikan mulai sejak kecil, dampak teman yang jelek akhlaknya, tamak, ambisi pada jabatan dan popularitas, dan tidak mengetahui Allah dengan baik.
Penyakit hati yang dikenal juga dengan sebutan “Syirik Ashghar” (syirik kecil) ini tidak bermakna tidak dapat dibasmi dan diobati. Sebab, setiap penyakit tentu ada obatnya, termasuk juga riya. Diantara obat riya yaitu :
Mengetahui Allah lebih mendalam, menjauhi teman-teman yang di kenal sebagai orang yang suka riya’, tingkatkan prinsip pada nilai-nilai-Islam, sering mengingat bebrapa dampak negatif riya baik didunia ataupun di akhirat dan sebagainya, selain pasti dengan do’a, memohon perlindungan Allah swt dari virus ganas ini seperti umum dikerjakan oleh beberapa ulama salaf.
Berbagi itu indah, yuk berikan ini ke-sesama umat muslim di sekitar kita, mudah-mudahan kita selalu dilindungi dan ada di jalan ALLAH.
sumber :
KOK BISA!!! Rajin Beribadah Namun Terkena Azab Allah,,,ASTAGHFIRULLAH DAN TOLONG BANTU BAGIKAN YAA AGAR SEMUA PADA TAHU!!!
Reviewed by Unknown
on
01.46
Rating:
Reviewed by Unknown
on
01.46
Rating:
