SAHABAT-SAHABAT MUSLIM BACA INI!!! Belajar Dari Kisah Cinta Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abu Thalib...TOLONG SEBARKAN YAA!!!



Untukmu yang setiap mendengar mengenai pernikahan senantiasa terbayang-bayang dan terlihat gejolak menginginkan menikah.
Menikah memanglah jadi penyempurna sepertiga agama kita Islam, tetapi semudahkah itukah menyampaikan menginginkan menikah? Telah tau calonmu nantinya akan seperti apa? Nah sebelumnya kita menyampaikan siap untuk menikah mari kita belajar sedikit mengenai cinta dari cerita Ali bin Abu thalib dan Fatimah Azzahra.

Satu cerita datang dari putri Rasulullah, Fatimah Az-Zahra, dan Ali Bin Abi Talib. Pintu hati Ali terketuk pertama kalinya waktu Fatimah dengan sigap membersihkan dan menyembuhkan luka ayahnya, Muhammad SAW yang luka parah karena berperang.
Dari situ, dia berkeinginan untuk melamar putri nabi. Lalu dengan tekun dia kumpulkan uang untuk membeli mahar dan mempersunt!ng Fatimah. Malang, belum genap uang Ali untuk membeli Mahar, sahabat nabi abi Abu Bakar telah terlanjur melamar Fatimah.

Hancur hati Ali, tetapi dia sadar diri bila saingan ini miliki kualitas iman dan Islam yang tambah lebih tinggi dari dianya. Walaupun di kenal sebagai pahlawan Islam yang gagah berani, Ali di kenal miskin. Hidupnya di habiskan untuk berdakwah di jalan Allah.
Tetapi mendung seolah sirna waktu Ali mendengar Fatimah menolak lamaran Abu Bakar.
Namun keceriaan Ali kembali sirna waktu orang dekat nabi yang lain, Umar Bin Khatab meminang Fatimah. Lagi-lagi Ali cuma dapat pasrah karena dia tidak mungkin bersaing dengan Umar yang gagah perkasa. Namun takdir kembali berpihak padanya. Umar alami nasib sama dengan Abu Bakar.

Namun waktu itu Ali tidak berani mengambil sikap, dia sadar dia hanya pemuda miskin. Bahkan juga harta yang dia punyai hanya ada satu set baju besi disana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Pada Abu Bakar As-Siddiq, Ali menyampaikan, " Wahai Abu Bakar, anda sudah membuat hatiku goncang yang terlebih dulu tenang. Anda sudah mengingatkan suatu hal yang telah kulupakan. Untuk Allah, saya memanglah menginginkan Fatimah, namun sebagai penghambat hanya satu bagiku adalah kerana saya tidak memiliki apa-apa. "

Abu Bakar terharu dan menyampaikan, " Wahai Ali, jangan sampai engkau berkata seperti itu. Untuk Allah dan Rasul-Nya, dunia dan seisinya ini hanya seperti debu-debu bertaburan belaka! " Mendengar jawaban Abu Bakar, keyakinan diri Ali kembali muncul untuk melamar gadis pujaannya waktu beberapa temannya telah mendorong supaya Ali berani melamar Fatimah.
Dengan beberapa curiga dia menghadap Rasulullah. Dari hadist kisah Ummu Salamah dikisahkan bagaimana proses lamaran itu.
Saat itu kulihat muka Rasulullah terlihat berseri-seri. Sambil tersenyum baginda berkata pada Ali bin Abi Talib, 'Wahai Ali, apakah engkau memiliki satu bekal mas k4**w! n? "

Untuk Allah, " jawab Ali bin Abi Talib dengan selalu jelas, " Engkau sendiri tahu bagaimana kondisiku, tidak ada suatu hal mengenai diriku yg tidak engkau kenali. Saya tidak memiliki apa-apa terkecuali satu pakaian besi, sebilah pedang dan seekor unta. "
Mengenai pedangmu itu, " kata Rasulullah menyikapi jawaban Ali bin Abi Talib, " Engkau tetaplah memerlukannya untuk melanjutkan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga butuh untuk kepentingan mengambil air untuk keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh karenanya, saya akan menikahkan engkau hanya atas dasar mas k4**w!n satu busana besi saja. Saya senang terima barang itu dari tanganmu. Wahai Ali, engkau harus bergembira, sebab Allah sesungguhnya telah lebih dulu menikahkan engkau di langit sebelumnya saya menikahkan engkau di bumi ". Sekianlah kisah yang dikisahkan Ummu Salamah r. a.
Sesudah segala-galanya siap, dengan perasaan senang dan hati senang, dan disaksikan oleh beberapa sahabat, Rasulullah mengatakan kalimat ijab kabul pernikahan puterinya,

Sebenarnya Allah SWT memerintahkan saya agar menikahkan engkau Fatimah atas mas k4**w!n 400 dirham (nilai satu busana besi). Semoga engkau bisa terima hal semacam itu. "
Jadi menikahlah Ali dengan Fatimah. Pernikahan mereka penuh dengan hikmah walaupun diarungi di dalam kemiskinan. Bahkan juga dijelaskan Rasulullah begitu terharu lihat tangan Fatimah yang kasar karena mesti menepung gandum untuk menolong suaminya.

Dari cerita diatas kita tau, bahwa butuh bertahun-tahun untuk ali untuk memantaskan diri jadi pendamping hidup Fatimah Azzahra, bahkan juga ali coba mengikhlaskan apabila sebenarnya nantinya Fatimah memanglah bukan jodohnya.
Tetapi tersebut takdir, kita tidak akan tau dengan siapa kita menempuh hidup nantinya. Kita tau kalau jodohmu cerminan dari dirimu. Ikhwahfillah menikah tidak semudah mengatakannya, oleh karenanya butuh saat yang lama untuk kita mempersiapkannya.

So, untuk yang masihlah kebelet nikah namun terasa dianya belum pantas atau siap, ada banyak waktumu untuk menyiapkan diri, janganlah cuma memeikirkan kesenangan sesudah menikah, namun perjuanganmu semakin lebih berat saat anda menikah nantinya. Janganlah iri lihat temanmu yang dengan umur yang masihlah muda telah pilih jalan untuk menikah, oleh karena itu takdir mereka.

sumber : http://www.beritaviral.org/2016/04/belajar-dari-kisah-cinta-fatimah-az.html
SAHABAT-SAHABAT MUSLIM BACA INI!!! Belajar Dari Kisah Cinta Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abu Thalib...TOLONG SEBARKAN YAA!!! SAHABAT-SAHABAT MUSLIM BACA INI!!! Belajar Dari Kisah Cinta Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abu Thalib...TOLONG SEBARKAN YAA!!! Reviewed by Unknown on 21.53 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.